Halaman

Senin, 18 April 2016

Kisah Seorang Raja dengan se Sendok Madu

Disuatu negeri yang indah dan makmur, berkuasalah seorang raja yang arif dan bijaksana. Raykatnya sangat sejahtera karena kekayaan alam yang melimpah dan SDM yang pintar dan tangguh dalam bekerja serta patuh . Namun hal itu tidak membuat sang raja merasa puas, sehingga suatu malam sang raja berpikir dan merenung. Apakah rakyatku patuh dan mencintaiku? Untuk mendapatkan jawaban itu, sang raja mendapatkan sebuah ide., sehingga keesokan harinya sang raja mengeluarkan pengumuman.

Pengumuman itu meminta kepada rakyatnya untuk mengisi sebuah bejana di atas sebuah bukit dengan masing-masing satu sendok madu pada malam hari. Rakyatnya menyatakan setuju dan sanggup melaksanakan perintah rajanya.

Diantara rakyatnya, tersebutlah seorang pemuda yang cakap dan pintar serta berpendidikan tinggi. Setelah mendengar pengumuman dan dalam perjalanan pulang, pemuda tersebut berpikir “kalau aku mengganti satu sendok madu dengan satu sendok air, pasti tidak ada yang tahu karena satu sendok air tidak akan terlihat diantara cairan2 madu apalagi pekatnya malam akan menutupi dari pandangan orang2 apa sebenarnya yang aku bawa”.

Maka sang pemuda pun melaksanakan niatnya. Malam hampir berlalu, sang raja dengan wajah berseri-seri melihat antusiasme rakyatnya yang membawa obor sambil membawa madu menuju bukit yang dimaksud.....

Keesokan harinya, semua rakyat telah berkumpul di bukit tersebut, menunggu sang raja untuk membuka bejana yang berisi madu... Namun apa yang terjadi... setelah sang raja membuka bejana tersebut, ternyata isinya hanyalah air, bukan madu seperti yang raja harapkan. Rupanya, semua rakyatnya berpikiran sama dengan sang pemuda..... Apa makna yang dapat kamu ambil dari kisah ini....

Senin, 24 November 2014

HIBURANKU DALAM RUMAH.... :-))

Rasa capek dan lelah sepulang dari kantor terasa terobati dengan sambutan kucing2ku dalam rumah... Setiap pulang kantor, kucing2ku banyak gayanya.. ada yang sedang lincah bermain, ada yang sedang termenung, ada yang acuh bahkan ada yang tidur nyeyak...













Ku sarankan, kalau galau, 
bermainlah dengan kucing...
Kau akan mendapatkan hiburan 
dan kesenangan yang luar biasa... 




Teman yang paling baik dan paling setia bagiku adalah kucing...


Bahkan saat tidur pun, mereka ikut menemani tanpa mengganggu sama sekali..
uppppssss.. salah.... kadang2 ada yang jahil juga... lagi enak2nya tidur, mereka malah ngajak main cdengan menggaruk atau menggigit bercanda...




Kucing2ku sayang... bahkan saat sholat pun mereka kadang ingin dibelai... 

















Kamis, 07 November 2013

TENTANG KUCING



Kecintaanku pada kucing membuat hidupku semakin berwarna... Aku ingin membagi kebahagiaan yang kurasakan bila bersama kucing dengan membagikan sebuah artikel yang bisa menambah pengetahuan kita tentang kucing. Mudah2an dengan artikel ini bisa membuat kita mau memelihara dan menyayangi kucing, apalagi kita sebagai umat Nabi Muhammad saw...


Kucing dan Kedudukannya Dalam Pandangan Islam
Banyak mitos yang bertebaran di setiap kehidupan kucing mulai dari memiliki 9 nyawa hingga sebagai jelmaan dewa. Seperti yang terjadi pada masa dinasti Fir’aun 3000 tahun yang lalu, kucing amat dipuja karena dianggap sebagai titisan dewa.
Lain di Mesir lain pula di Eropa, di dataran ini kucing dianggap sebagai sihir setan atau pembawa bencana. Tak pelak lagi, pada masa abad kegelapan terjadi pemusnahan besar-besaran terhadap hewan lucu ini, hingga menyebar ke Afrika Utara. Padahal, wabah yang oleh masyarakat saat itu dianggap sebagai kutukan adalah jenis penyakit pes yang diakibatkan oleh meledaknya populasi tikus dan penurunan populasi kucing sebagai predator.

Nabi Muhammad SAW dan Kucing Kesayangannya
Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.
Nabi Muhammad memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.
Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.
Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.
Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai” (HR. Bukhari).
Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.

Penghormatan Para Tokoh Islam Terhadap Kucing
Pada abad ke-13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat Islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para Khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.
Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti Mamluk, Baybars Al Zahir, seorang Sultan yang juga pahlawan garis depan dalam Perang Salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan di dalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara Islam.
Hingga saat ini, mulai dari Damaskus, Istanbul, hingga Kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.

Keistimewaan Kucing
Nabi menekankan di beberapa hadits bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.
Kenapa Rasulullah SAW berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Fakta Ilmiah 1
Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.
Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2
Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan :
1.  Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
2.   Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
3.   Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
4.   Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
5.   Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
6.   Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti
1.  Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
2.  Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
3.  Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing,
4.  Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
5.  Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
6.  Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
7.  Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
8.  Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3
Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan
Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.
Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.
Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW prnh bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.
Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R Al Baihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadits ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah yang menyebabkan mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, kucing peliharaannya. 



Cara Kucing Berkomunikasi
kita sebagai pemilik kucing maupun pecinta kucing pasti sering mempehatikan kucing-kucing bertingkah laku,terus bagaimana ya mereka ngobrol apa hanya bunyi meong saja cara mereka ngobrol atau berkomunikasi. Namun dalam kenyataannya, kucing mampu berkomunikasi dalam beberapa cara yang berbeda-beda, seperti menimbulkan suara-suara, melalui sikap tubuh, gerakan telinga, mulut dan ekornya, serta binatang ini juga memiliki perbendaharaan kata yang sangat luas dalam usahanya untuk berkomunikasi dengan sesama kucing.
 Adapun kemampuan berkomunikasi seperti ini terutama sekali dimiliki oleh para ibu kucing, yaitu bahwa mereka menguasai berbagai macam bunyi-bunyian yang tentu saja sangat membantu mereka dalam berkomunikasi, mengajari ataupun sambil mengoreksi atau memperbaiki kesalahan yang dilakukan oleh anak-anak mereka. Umumnya, bunyi purr atau dengkuran kucing ini menandakan kepuasan atau kegembiraan yang dirasakan kucing tersebut dan volume serta pola nada bunyi dengkuran yang dimiliki oleh setiap kucing akan berbeda satu sama lainnya. Kemudian, perbedaan bunyi dengkuran kucing ini dapat dengan mudah sekali dibedakan dari rendahnya volume keparauan suara yowl atau miaow panjang yang dibuat oleh para penyelundup kucing dan anjing.
 Lebih jauh lagi, bunyi miaow atau bunyi meong kucing dapat diperinci lagi menjadi beberapa macam kategori bunyi-bunyian dan hal ini terutama sekali terlihat pada kucing Siam dan kucing Birma yang memiliki lafal bunyi miaow atau meong yang sangat jelas. Namun, pada dasarnya seluruh suara-suara yang ditimbulkan oleh kucing tersebut tidak lain mengekspresikan harapan atau keinginan kucing tersebut atas perhatian dari pemiliknya.
 Adapun tingkatan bunyi suara miaow kucing ini bervariasi mulai dari level yang rendah sampai dengan tingkatan bunyi yang tinggi dari seekor kucing yang berjalan mengitari rumah untuk mencari majikannya, dan tingkatan bunyi meong ini akan semakin keras dan berlangsung terus menerus ketika kucing tersebut menginginkan agar majikannya membukakan pintu untuknya ataupun pada saat ia merasa lapar dan ingin segera diberikan makanan oleh majikannya.
 Selain itu, peningkatan volume suara meong dari seekor kucing dari pelan menjadi sangat keras dapat pula terjadi apabila kucing tersebut terkurung dalam sebuah keranjang yang berjalan ataupun ketika ada seseorang yang tanpa sengaja menginjak ekornya.
Di samping kucing dapat menimbulkan suara yang keras dan berlangsung terus menerus, terdapat pula bunyi atau suara terputus-putus pada kucing, yang lebih kurang suara itu menyerupai antara bunyi miaow dengan bunyi dengkuran dan seekor kucing akan mengeluarkan suara seperti ini pada saat ia sedang duduk di tepi jendela sambil mengamati burung-burung yang berada di luar.

Rabu, 23 Oktober 2013

ALMAS


Itulah nama keponakanku yang terakhir… Aku tidak bisa berkata-kata dengan kehadirannya di tengah keluarga kami. Aku baru bisa melihat kehadirannya di muka bumi ini setelah dia berumur lebih kurang 5 bulan? Itu pun setelah aku menempuh perjalanan  yang jauh karena dia lahir di Kota Ternate sedangkan aku tinggal di Manado . Aku sangat kaget dengan kedatangannya pada saat dia menjenguk aku di hotel. Sampai sekarang masih tertanam dalam ingatanku saat pertama kali kami bertemu. Dia menatap heran padaku karena dia tidak mengenalku. Saat menatap mata dan wajahnya, timbul rasa dalam hatiku, rasa sayang yang sangat luar biasa.. Sampai aku pulang kembali ke Manado, aku merasa sedih karena jauh dengan keponakanku… Akhirnya, dengan do’a dan usaha, kami bisa bertemu kembali… Walaupun pertemuan kami dalam posisi yang sulit. Dan Alhamdulillah sekarang dia bisa dekat denganku walaupun kami tidak satu rumah. Kasih sayangku dan harapanku padanya sangat besar. Saat ku menulis ini, usianya sudah mencapai 4 tahun dan sekarang sudah sekolah tingkat TK... :-)
Doaku selalu menyertai langkahnya agar selalu dalam lindungan Allah swt… semoga engkau menjadi anak yang selalu takut kepada Allah, menjadi anak yang sholehah, anak yang selalu berbakti kepada kedua orangtua dan keluarga, menjadi anak yang berilmu pengetahuan tinggi, dapat menjaga nama baik dan mengangkat harkat dan martabat keluarga…
















Kamis, 17 Oktober 2013

PERJALANANKU


Pelaksanaan Diklat Di Tempat Kerja (DDTK) s/d Tahun 2013 telah menambah pengalaman dalam perjalanan hidupku. Pengalaman yang sangat berkesan dalam perjalananku di daerah yang kudatangi adalah terutama di Wilayah Maluku Utara. Sumber daya yang melimpah, pemandangan alam yang sangat indah, terutama pemandangan lautnya, masyarakat yang sangat ramah dan familiar serta aktifitas masyarakatnya yang sangat luar biasa. Semuanya menambah rasa takjubku akan ciptaan Ilahi dan rasa bangga dengan negaraku, Indonesia. Berikut ini beberapa pemandangan alam di Wilayah Maluku Utara yang sempat aku abadikan dalam foto-foto :


 
Pemandangan dari Hotel Amara, Kota Ternate
menikmati ikan bakar di salah satu Rumah makan di Halmahera Timur

pasang gaya dengan latar belakang pemandangan di Halmahera Selatan. 

 Untuk daerah Kota Ternate, Kota Tidore, Halmahera Timur, Halmahera Selatan dan Halmahera Tengah telah aku datangi namun untuk daerah Halmahera Utara dan Halmahera Baratdan Kepulauan Sula belum sempat aku datangi. Insyaallah kalau Allah menghendaki, aku ingin mendapat tugas ke daerah2 tersebut…