”Ya Allah, lindungilah hamba, kedua orangtua hamba, saudara-sudara hamba, keluarga hamba dan anak keturunan kami sekeluarga. Jadikanlah kami dan anak keturunan kami menjadi orang-orang yang selalu ingat kepadaMU, sujud kepadaMU, beriman kepadaMU, selalu menjalankan perintahMU dan menjauhi segala laranganMU. Ya Allah, jadikanlah anak keturunan kami menjadi orang-orang yang sholeh dan sholehah, berilmu pengetahuan tinggi terutama pengetahuan agamaMU. Ya Allah, jadikanlah anak keturunan kami menjadi orang-orang yang lebih cinta akhirat daripada dunia. Jadikanlah hati mereka di liputi oleh rasa cinta kepadaMU. Jadikanlah mereka menjadi orang-orang yang lebih takut kepadaMU daripada takut kepada manusia dan setan. Jadikanlah mereka orang-orang yang dapat mengangkat harkat dan martabat keluarga kami terutama di hadapanMU dan di hadapan manusia. Jadikanlah mereka anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtua dan keluarga serta kepada bangsa dan negara.”
Itulah sepenggal do’a yang aku panjatkan kepada Dia Yang Maha Agung. Tak habis puji syukurku kepadaNya yang telah memberikan banyak nikmat dan karuniaNya kepada kami sekeluarga, terutama karunia kemenakan-kemenakanku yang ganteng dan canti-cantik.
Aku mempunyai tiga kemenakan yang ganteng dan cantik-cantik. Mereka adalah perpaduan yang sangat indah dan sangat menakjubkan bagiku. Syukur kepada Allah atas segala karunia keindahan yang telah Dia berikan bagi keluarga kami.
Kemenakan-kemenakanku, mereka adalah inspirasi terbesar dalam kehidupan keluarga kami. Kemenakan-kemenakanku, mereka adalah kebahagiaan yang luar biasa bagiku, saudara-saudaraku terutama kedua orangtuaku.
Tak habis puji syukurku kepada Dia Yang Maha Agung, yang telah memberikan harapan bagi generasi keluarga kami. Ya Allah, kabulkanlah do’a dan harapanku tentang anak keturunan kami terutama kemenakan-kemenakanku tersayang.......................
Kemenakanku yang pertama, laki-laki, dengan panggilan keseharian adalah Sigit. Kehadirannya ditengah keluarga kami bagaikan padang tandus yang di sirami oleh hujan. Dialah cucu pertama, kemenakan pertama, generasi ketiga pertama dan calon penerus penyandang nama keluarga besar pertama di tengah keluarga kami. Amazing...................................
Sebagai seorang tante, harapanku padanya sangat besar. Sejak bayi, aura kegantengan dan kepintarannya sudah terlihat........ Saat balita, aura keshalehan dan kepemimpinannya sudah terpancar........ Dan sekarang, pada masa remaja, aura keseniannya mulai bergejolak.
Kemenakanku yang kedua adalah perempuan dan biasa di panggil Nanda. Dialah pelengkap dari generasi keluarga kami menjadi sepasang dengan kemenakanku yang pertama. Anugerah keindahan dan kecantikan seorang putri yang telah dikaruniakan oleh Allah swt. Harapanku pun padanya sangat besar. Saat masih bayi, aura kecantikan dan keindahannya sebagai seorang putri sudah jelas.... saat balita, kemanjaan dan kelincahannya menyenangkan hatiku........ dan sekarang, menjelang remaja, ketertarikannya pada model dan gaya sudah melekat dalam dirinya.
Kemenakanku yang ketiga, juga perempuan, biasanya di panggil Nazlah.......... Puji syukurku kepada Allah yang tidak terhingga atas anugerah seorang putri lagi yang hadir di tengah keluarga kami. Amazing...... Nazlah, yang lahir disaat kedua orangtuanya dalam keadaan kepayahan/kesusahan. Namun, dengan kuasaNya dan atas izinNya sehingga Sang Putri dapat hadir dan memeriahkan serta lebih menambah semarak dan kebahagiaan keluarga kami. Saat bayi pun, aura kecantikannya sudah terpancar jelas, dan sekarang............. sekarang, saat balita, aura kelincahan, kepintaran dan kecantikannya sangat membahagiakan......
Harapanku, semoga aura yang mereka miliki sejak bayi sampai sekarang tidak akan luntur termakan zaman, terlebih lagi aku mengharapkan mereka jangan sampai mencintai dunia yang semu.
Kemenakanku-kemenakanku tersayang.........
Sigit yang ganteng, pintar dan berwibawa, jadilah anak yang sholeh, berilmu pengetahuan tinggi, terutama pengetahuan agama Allah, jangan berkiblat pada dunia yang semu, karena godaannya dapat menjerumuskanmu ke jurang neraka dan menjauhkanmu dari Allah swt.
Nanda, putriku yang cantik, jadilah seorang putri yang lembut dan menjadi anak yang sholehah. Jangan kau isi waktumu dengan mengutamakan model dan gayamu daripada sholat dan belajar. Sebaik-baik kau isi waktu dalam hidupmu adalah sholat dan zikir kepada Allah swt. Jangan jadikan dirimu budak dunia dan jangan jadikan dirimu termasuk golongan perempuan yang ada dalam neraka.
Nazla, putriku yang manis dan cantik, hiasilah bibirmu dengan perkataan yang baik dan jujur. Contohilah Rasulullah saw yang terkenal karena kejujurannya dan keindahan akhlaknya. Jadikanlah Al Qur’an sebaik-baik bacaan bagimu. Bertingkah, berbuat dan berbicaralah bagaikan seorang putri / muslimah sejati. Kerjarlah akhiratmu yang abadi, jangan kau kejar dunia yang semu....
Sigit, Nanda dan Nazla, jadilah kalian anak-anak yang dapat membuat orang tuamu, oma2 & opa2mu serta tante2mu & ommu, juga keluarga besarmu menjadi bangga karena memiliki anak-anak yang baik dan sholeh seperti kalian.... Jadilah kalian anak-anak yang dapat mengangkat harkat dan martabat keluarga kita, baik di hadapan keluarga, masyarakat terutama dihadapan Allah swt.......
Tumbuhkanlah dan peliharalah dalam hati kalian rasa cinta kepada Allah swt, Rasulullah saw, orangtua, opa2 dan oma2mu, tante2 dan ommu, serta keluarga besarmu. Perhatikanlah dan kasihanilah kepada anak yatim dan fakir miskin serta sesama manusia. Jadilah manusia yang bisa berguna bagi manusia yang lain, Jangan sia-siakan waktu kalian dengan berfoya-foya dan berlomba dalam kemegahan dunia, tapi berlomba-lombalah dalam kebaikan dan terutama berlomba untuk beribadah kepada Allah swt. Dunia yang sekarang adalah dunia yang fana dan sementara, sedangkan dunia yang sebenarnya dan abadi adalah dunia akhirat...... Untuk itu, kejarlah dunia akhiratmu...........
Dalam setiap langkah dan gerakmu serta pikiranmu, hendaknya selalu diisi dan ingat kepada Allah swt dan RasulNya serta Kitab Suci Al Qur’an......... Itulah sebaik-baik pegangan dalam hidupmu, dunia dan akhirat..........



Tidak ada komentar:
Posting Komentar