Halaman

Rabu, 27 April 2011

PAPAKU SAYANG….




Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan waktu terasa panjaaaaang sekali, padahal kepergianmu baru mencapai 2 bulan…
Kepergianmu membawa membawa luka dan kesedihan yang sangat mendalam dalam hati, jiwa dan hidupku..
Terkadang aku merajut hari tanpa kehadiranmu dengan penyesalan. Penyesalan itu membuat diriku pun ingin ikut denganmu… Ingin ku benamkan diriku dalam tanah supaya bisa bertemu denganmu… Kerinduanku selalu memuncak di saat aku mengingat kebersamaanku denganmu, di saat aku melihat semua barang-barang peninggalanmu dan disaat aku berdoa mengharap permintaan di ijabah oleh Sang Khalik menyangkut kehidupanmu di alammu yang baru..
Aku selalu berpikir dan berharap, apakah kehidupanmu di sana baik-baik saja? Insyaallah baik-baik saja…karena aku adalah saksi hidup bahwa selama hidupmu, engkau selalu sujud kepada Sang Khalik. Bahkan di tengah malam pun, sujudmu kepada Sang Khalik tidak pernah alpha, walaupun cuaca sangat dingin, hujan keras dan dalam keadaan sakit sekali pun. Terkadang di saat aku tidur, tengah malam sayup-sayup ku dengar doamu. Dalam doamu selalu tersisip harapan untuk anak-anak dan cucu-cucumu… bahkan engkau menyebutkan nama kami satu per satu…
Di saat menulis ini, badanku terasa gemetar, hatiku terasa berdarah, airmataku serasa mau menetes, kesedihan menyelimuti hati dan jiwaku, awan mendung selalu mengikuti di atas kepalaku karena rinduku padamu….
Kerinduanku untuk segera bertemu denganmu membuat diriku serasa berada dalam masa penantian yang sangat panjang….
Aku selalu berpikir, kapan saat itu akan datang… di setiap doaku, aku selalu memohon supaya kita bisa bertemu dan berkumpul kembali seperti dulu…
Terkadang, kerinduan ini membuat dadaku terasa sesak dan ingin rasanya aku berteriak, biar semua dunia tahu dan mau memberitahu di mana keberadaanmu sekarang…
Foto-fotomu tidak sanggup aku melihatnya… saking rindu dan terlukanya hatiku, aku hanya bisa membayangkan wajahmu tanpa berani melihat foto-fotomu saat kita masih bersama maupun saa-saat terakhirmu…
Aku rindu… aku sayang sama papa…. Papa adalah seorang papa yang bijaksana, penyayang, perhatian, teman ngobrol/curhat yang sangat aku kagumi… dimataku papa adalah orangtua yang paling sempurna….

Untuk mengobati kerinduanku padamu, setiap minggu, aku menyempatkan diriku untuk melihat tempat peristirahatanmu. Aku berdoa, semoga tempatmu sejuk dan lapang, diterangi dan jauh dari siksa… 
Ya Allah, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Hidup, yang memisahkan dan memutuskan yang sebelumnya tersambung… berikanlah tempat yang paling baik untuk dirinya, berikanlah kasih sayang, kebahagiaan, kesenangan dan kemuliaan padanya. Ampunilah dosa-dosanya… Dalam setiap pikiran dan kekhawatiranku, aku selalu bertanya apakah engkau baik2 saja…? Insyaallah engkau baik-baik saja karena ananda yakin Allah swt akan selalu menyayangi dan menjagamu…. Amiiiinnn…



Tidak ada komentar:

Posting Komentar