Seorang pemuda pergi berlayar karena dia merasa kesal dengan keluarganya.... Namun, kapal yang ditumpanginya terhempas dan tergulung dengan ombak. Di antara sekian penumpang, hanya pemuda itu yang selamat. Tapi dia terdampar di pulau yang tidak berpenghuni. Sang pemuda hanya menangis dan meratapi nasibnya dengan putus asa, karena dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan keadaan itu... Penyesalan yang dalam menusuk sampai ke jantungnya, ingin segera dia kembali lagi kepada keluarganya dan meminta maaf.... Saat hari menjelang sore, sang pemuda mencari kayu dan daun-daun yang kering untuk dijadikan sebagai tempat berteduh. Setelah rumah-rumahannya selesai, tiba-tiba sang pemuda merasa lapar. Dengan perlahan dia memasuki hutan yang ada di depannya. Tak banyak yang dia dapatkan, setidaknya dia masih bisa bertahan hidup dengan buah-buahan yang dipetik dari hutan tanpa dia tahu apakah buah itu boleh di makan atau tidak. Saat sedang memetik buah di sebuah pohon, tiba-tiba dia mendengar suara helikopter dari kejauhan. Tanpa sadar dia melempar semua buah yang telah dipetiknya dan berlari keluar dari hutan sambil berteria-teriak minta tolong. Namun , helikopter itu hanya berputar-putar di pulau itu dan akhirnya berlalu begitu saja. Dengan putus asa sang pemuda menangis dan berteriak-teriak “Tuhan......pertolonganMu sudah dekat, tapi mengapa Engkau mengacuhkan aku....Engkau sangat kejam padaku......!!!” Belum lagi rasa kecewanya hilang, tiba-tiba dilihatnya rumah-rumahan yang telah dia buat terbakar.... “Dengan suara keras sekali, pemuda itu berteriak lagi “Tuhan.... mengapa Engkau kejam padaku.... Apa salah dan dosaku PadaMU sehingga Engkau menghukum aku seperti ini...Engkau membiarkan aku seorang diri di pulau ini.... menjauhkan aku dari pertolongan.... membuatku kelaparan dan sekarang tempatku berteduh satu-satunya Engkau musnahkan... Apa sebenarnya yang Engkau inginkan dariku Tuhan..........!!!” Belum lagi luapan kemarahannya hilang, tiba-tiba dari kejauhan terdengar lagi suara helikopter mendekat... Akhirnya helikopter itu mendarat tidak jauh dari tempatnya tersungkur... Segera saja dia berlari dan mendekati helikopter itu... Dengan menangis tersedu-sedu, sang pemuda memeluk salah seorang yang turun dari helikopter itu sambil mengucapkan banyak terima kasih... Dengan gembira dia bertanya “Mengapa kalian tidak turun saat aku berteriak minta tolong tadi.... Dan nanti sekarang, di saat aku sudah putus asa kalian baru datang.” Orang yang dipeluknya itu menjawab “Tujuan kami memang mencari penumpang yang selamat, dan tadi kami tidak melihat tanda-tanda bahwa ada yang selamat...” Dengan heran pemuda itu bertanya lagi “Lalu, mengapa kalian balik lagi kemari?” Dengan pelan dan tenang, orang itu menjawab “Kepulan asap yang kamu buat, yang memberikan tanda kepada kami bahwa masih ada yang selamat sehingga kami kembali lagi kemari....” Serta merta pemuda itu menangis, bersujud dan menyesali apa yang telah dia sangkakan pada Tuhan... Ya Tuhanku, ternyata Engkau masih memberi kesempatan padaku untuk bertobat... Aku menyesal dengan segala perbuata dan kata-kataku padaMU... Ampunilah dosaku ya Tuhanku.....
Terkadang, kita di uji oleh Tuhan dengan cobaan bertubi-tubi, tanpa kita tahu apa sebenarnya yang sedang direncanakan Tuhan...... Kajilah cerita ini, dari sang pemuda yang merasa kesal dengan keluarganya → berlayar → musibah → rentetan ujian lainnya → pertolongan Tuhan.... Masihkah Tuhan memberikan kesempatan bagi sang pemuda untuk meminta maaf pada keluarganya...??? Apakah musibah yang kita dapatkan adalah kekejaman Tuhan kepada kita ataukah buah dari perbuatan kita...? Apakah benar bahwa setiap musibah pasti ada hikmahnya....??? silahkan tanya pada dirimu sendiri.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar